Pemprov Kepri Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Gedung Daerah, Gubernur Ansar Tekankan Moderasi Beragama

 

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan khidmat di halaman Gedung Daerah Tepi Laut, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam.

 

Peringatan hari besar keagamaan tersebut dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai majelis taklim dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), baik tingkat provinsi maupun Kota Tanjungpinang. Halaman Gedung Daerah tampak dipenuhi jamaah yang didominasi busana serba putih, menambah suasana religius dan khusyuk.

 

Sebelum acara inti dimulai, Pemprov Kepri menyuguhkan tayangan kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang disaksikan antusias oleh para jamaah.

 

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa Provinsi Kepri merupakan provinsi ke-31 yang memiliki wilayah strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara Asia seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.

 

“Kepri hanya dua persen wilayah daratan dan 98 persen lautan. Untuk menjamin terselenggaranya pembangunan karakter masyarakat Kepri bukanlah hal yang mudah. Menjaga moderasi beragama juga bukan hal yang mudah, namun berkat kerja sama seluruh tokoh agama dan masyarakat Kepri, selama tiga tahun berturut-turut kita konsisten memiliki angka moderasi beragama yang cukup membanggakan,” ujar Ansar.

 

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun Kepulauan Riau merupakan provinsi yang sangat heterogen, tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik. Bahkan, Kepri berada pada peringkat ketiga nasional dalam indeks moderasi beragama setelah Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Barat.

 

“Alhamdulillah, kita bisa hidup rukun, tenang, dan damai selama ini berkat kerja sama seluruh masyarakat Kepri. Hal ini membuat pembangunan di Kepri berjalan dengan baik dan lancar serta mampu menghasilkan indikator ekonomi dan sosial yang cukup baik,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya menjelaskan makna mendalam dari peristiwa Isra Miraj sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra. Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut mengandung berbagai aspek keimanan, etika, dan hukum Islam.

 

“Isra adalah perjalanan horizontal yang kecepatannya melebihi cahaya, sedangkan Miraj tidak bisa dijelaskan secara akal. Ayat ini sekaligus menjadi tanda penyematan gelar tertinggi kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu sebagai hamba Allah,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

 

Peringatan Isra Miraj ini diharapkan dapat memperkuat keimanan serta menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, dan moderasi beragama di tengah masyarakat Kepulauan Riau.(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights