Penyaluran Insentif Personel TNI/Polri di Kepri Tahun 2024 Rampung, Pemprov Kepri Rencanakan Pola Triwulan di 2025
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Penyaluran insentif bagi personel TNI dan Polri yang bertugas langsung di tengah masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2024 telah selesai dilaksanakan. Program ini merupakan inisiatif dari Gubernur Kepri H Ansar Ahmad SE MM, dengan total anggaran sebesar Rp1,908 miliar yang disalurkan kepada 954 personel Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, dan Bhabinkamtibmas.
Setiap personel menerima insentif sebesar Rp2 juta yang langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing selama periode Juni-Juli 2024. Meski demikian, penyerahan simbolis kepada para penerima insentif masih berlangsung di beberapa kabupaten/kota di wilayah Kepri.
Jumlah penerima insentif terbagi menjadi 450 personel Babinsa, 160 personel Babinpotmar, 36 personel Babinpotdirga, dan 308 personel Bhabinkamtibmas, dengan sebaran di berbagai wilayah, termasuk Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Gubernur Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa pemberian insentif ini dilandasi oleh pengabdian nyata para personel TNI dan Polri yang berada di garda depan selama pandemi Covid-19, serta peran penting mereka dalam menjaga keamanan masyarakat.
“Kita tidak bisa menutup mata atas kontribusi mereka. Oleh karena itu, insentif ini diberikan sebagai bentuk apresiasi,” kata Gubernur Ansar di Tanjungbalai Karimun, Rabu (4/9).
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepri, Darson, menyatakan bahwa insentif ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2025. Namun, besarannya masih dalam pembahasan dan bisa berubah.
“Jumlah personel penerima insentif tetap sama, tetapi nilai insentifnya mungkin akan ada perubahan,” jelas Darson.
Gubernur Ansar juga mengumumkan bahwa Pemprov Kepri berencana mengubah pola penyaluran insentif menjadi setiap tiga bulan (triwulan) mulai tahun depan, dengan harapan insentif dapat disalurkan empat kali dalam setahun.
“Kita harapkan ini dapat lebih efektif dan berkelanjutan,” tutup Gubernur Ansar. (Dwi)











