Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Tanjungpinang-Kijang Menuai Komplain Warga
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)-Pembangunan infrastruktur konektivitas berupa pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional dengan pekerjaan Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Tanjungpinang CS – Kijang CS mendapat komplain dari warga dan pemilik lahan yang terkena dampak langsung maupun tak langsung. Keluhan utama datang dari warga yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut, Senin (29/7/24).
Salah seorang warga yang merasa dirugikan adalah Djodi Wirahadikusuma. Djodi menjumpai media iniĀ Minggu (28/07), menyampaikan keluhannya tentang alat berat kontraktor yang sering melintasi tanahnya, menyebabkan kerusakan parah. “Peninggian jalan tersebut juga membuat tanah di sekitarnya menjadi rendah dan berubah menjadi kolam,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari papan proyek, nilai proyek tersebut mencapai Rp 13.398.241.000 dan dikerjakan oleh PT Amanah Anak Negeri dengan konsultan perencana Ottoman Architecture KSO PT Bintang Inti Rekatama. Proyek ini mencakup delapan paket pekerjaan dengan rincian sebagai berikut:
Pemeliharaan rutin senilai Rp 796.650.000
Pemeliharaan rutin kondisi senilai Rp 1.844.426.000
Penunjang/holding senilai Rp 810.702.000
Rehabilitasi minor jalan senilai Rp 2.086.704.000
Penanganan drainase senilai Rp 5.861.943.000
Pemeliharaan rutin jembatan senilai Rp 452.437.000
Rehabilitasi jembatan senilai Rp 856.197.000
Pemeliharaan berkala jembatan senilai Rp 689.182.000
Proyek tersebut direncanakan berlangsung selama 300 hari kalender dengan tanggal kontrak 6 Maret 2023. Berdasarkan asumsi kalender setahun 365 hari, seharusnya proyek ini selesai pada bulan Februari 2024. Namun, hingga akhir Juli 2024, proyek ini belum juga selesai dan masih dalam tahap pengerjaan.
Hingga berita ini diunggah, pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.(red)











