PWI Dukung Program Rumah Bersubsidi untuk Wartawan: Tegaskan Tak Ganggu Independensi Pers

JAKARTA (Sempadanpos.com)– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambut positif langkah pemerintah dalam menyediakan rumah bersubsidi bagi wartawan. Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menyatakan bahwa program ini merupakan jawaban atas aspirasi nyata dari para wartawan di berbagai daerah yang membutuhkan hunian layak.

“Saya dihubungi beberapa pengurus daerah yang menanyakan peluang mendapatkan rumah bersubsidi,” ujar Hendry dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (16/4).

Program ini mencuat setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), serta Badan Pusat Statistik (BPS) pada 8 April lalu. Pemerintah menawarkan 1.000 unit rumah bersubsidi khusus untuk wartawan, sebagai bagian dari program yang juga menyasar guru, tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan masyarakat berpenghasilan rendah lainnya.

Hendry menilai inisiatif ini sangat relevan dengan kondisi industri media yang menghadapi tekanan dalam tiga tahun terakhir. Ia menekankan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar, termasuk bagi wartawan dengan penghasilan terbatas.

“Ini langkah yang tepat dan tidak ada kaitannya dengan independensi pers,” tegasnya. Hendry memastikan bahwa wartawan tetap menjalankan peran sebagai kontrol sosial secara profesional, dengan tetap memberi kritik, saran, maupun solusi terhadap kebijakan publik.

Lebih lanjut, PWI menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka dan kritis terhadap kebijakan pemerintah, selama kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PWI juga mempersilakan anggotanya yang memenuhi syarat untuk mengikuti program ini. Adapun kriterianya antara lain: masih aktif bekerja di media, memiliki sertifikat kompetensi, dan berpenghasilan maksimal Rp8 juta per bulan bagi yang lajang, atau Rp13 juta bagi yang sudah berkeluarga.

“Wartawan adalah profesi intelektual. Mereka bebas secara pikiran dan tidak melihat persoalan secara sempit,” tutup Hendry.(dwi)

 

 

 

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights