Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Wujudkan Kemandirian dan Kepedulian Melalui Pertanian dan Donor Darah
BINTAN (Sempadanpos.com)– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan warga binaan dan kepedulian sosial. Dua program utama digelar sebagai bentuk nyata kontribusi Lapas terhadap masyarakat dan negara, yakni program pertanian warga binaan dan kegiatan donor darah dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan berhasil membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti kangkung, kacang panjang, sawi, dan buah semangka. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan bercocok tanam yang diberikan kepada warga binaan, yang kemudian diberikan kesempatan untuk mengelola lahan, merawat, hingga memanen hasilnya secara mandiri.
Kepala Lapas Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional. “Hasil panen tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam Lapas, tetapi juga akan dipasarkan ke masyarakat sebagai bentuk kontribusi ekonomi,” ujar Untung.
Selain kegiatan pertanian, Lapas Tanjungpinang juga mengadakan donor darah yang diikuti oleh para petugas, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan komitmen dalam kegiatan sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HBP ke-61 dan dilaksanakan dengan prosedur kesehatan yang ketat, termasuk pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin.
“Kegiatan donor darah ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” tambah Untung.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan diharapkan dapat mempererat hubungan antara petugas pemasyarakatan dengan masyarakat, serta mendukung ketersediaan darah di PMI.
Dengan terlaksananya kedua program tersebut, Lapas Kelas IIA Tanjungpinang terus membuktikan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan manusia yang berkelanjutan, baik dari sisi pemberdayaan warga binaan maupun kontribusi sosial terhadap masyarakat luas.(dwi)











