Dua Tahun E-Ticketing di Kepulauan Riau: Transportasi Semakin Aman, Nyaman dan Akuntabel

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) –Dua tahun sejak sistem e-ticketing resmi diterapkan di wilayah Kepulauan Riau, transformasi sektor transportasi laut kian terasa. Inovasi ini tidak hanya mempercepat proses pembelian tiket, tapi juga menjawab tantangan lama seperti praktik percaloan, pungutan liar, dan ketidakjelasan manifest penumpang.

Dengan menggunakan tiket elektronik mencegah pungli dan data manifest penumpang terjamin.

Saat ini, jutaan penumpang telah menggunakan sistem e-ticketing di berbagai pelabuhan utama seperti Tanjungpinang dan Batam. Dengan dukungan kanal digital seperti aplikasi tiketkapal.com, self-kiosk di pelabuhan, serta metode pembayaran nontunai, e-ticketing telah menjadi standar baru dalam layanan transportasi publik laut di Kepri.

“Saya sudah dua tahun pakai tiketkapal.com, dan jujur ini menyelamatkan waktu saya. Gak perlu antre dan semua data penumpang langsung masuk sistem,” ujar Lukman Hidayat (38), warga Batam, yang rutin berlayar untuk urusan kerja ke Tanjungpinang.

Testimoni serupa datang dari Maria Christina (29), penumpang asal Tanjung Balai Karimun. “Dulu saya sempat khawatir soal keselamatan kalau kapal penuh. Sekarang saya tahu, data manifest penumpang bisa dicek langsung. Lebih tenang rasanya,” tutur Maria.

Lebih dari sekadar tiket online, sistem e-ticketing ternyata bukan hanya sebatas transaksi digital. Lebih dari itu, sistem ini merevolusi cara pemerintah dan operator kapal dalam mengelola manifest penumpang secara real-time dan akuntabel.

Dalam konteks keselamatan pelayaran, data manifest digital berperan vital. Saat terjadi kondisi darurat atau pencarian penumpang, petugas dapat mengakses informasi secara cepat dan akurat. Tidak ada lagi praktik “naik tanpa tiket resmi” karena seluruh penumpang wajib teregistrasi dalam sistem.

“Waktu saya bawa keluarga ke Anambas, saya merasa jauh lebih aman. Karena semua nama tercatat, bahkan kursi juga sesuai alokasi,” kata Yunita M (45), penumpang dari Tanjungpinang.

Sementara itu, dari sisi penyelenggara, sistem ini menutup celah penyalahgunaan karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan transparan, baik dari sisi pembayaran tiket maupun pendapatan daerah melalui retribusi pelabuhan.

Cegah Pungli

Dengan integrasi pass pelabuhan langsung di dalam tiket digital, calon penumpang tidak perlu lagi antre dua kali. Salah satu hal yang paling diapresiasi adalah hilangnya praktik pungutan liar (pungli) yang dulu kerap meresahkan.

“Sekarang semua serba jelas. Harga tercantum di aplikasi, nggak ada tuh yang tiba-tiba nambah-nambah biaya,” tulis @indra_maulana88 dalam unggahan Instagram terkait perjalanannya ke Batam.

Lebih dari itu, sistem ini turut mendorong literasi keuangan digital di kalangan

masyarakat pesisir dan kepulauan, dengan mengedukasi pentingnya transaksi non-tunai sebagai bagian dari gaya hidup yang efisien dan aman.

Sinergi Pemerintah Daerah & Operator

Keberhasilan sistem e-ticketing di Kepri tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, operator kapal, dan stakeholder pelabuhan. Sinergi ini mempercepat adopsi sistem di lapangan, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan digital.

“Dengan sistem ini, kami bisa mengatur kapasitas kapal, memantau trafik penumpang, dan menjaga kepatuhan pelayaran,” ujar perwakilan operator kapal Batam.(red)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights