Isu Kotak Kosong Kian Santer di Pilkada Lingga 2024
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Isu kotak kosong dalam Pilkada Kabupaten Lingga 2024 semakin santer terdengar belakangan ini. Perhatian masyarakat semakin tersita setelah pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, M. Nizar – Novrizal, dikabarkan telah berhasil mengamankan rekomendasi dari berbagai partai politik sehingga kandidat lain tidak memiliki dukungan yang cukup.
Pasangan M. Nizar – Novrizal disebut telah mendapatkan surat rekomendasi dari NasDem (11 kursi), Demokrat (3 kursi), Golkar (4 kursi), Gerindra (1 kursi), PKB (1 kursi), dan PDIP (2 kursi). Dengan total 22 kursi dari 25 kursi di DPRD Lingga, mereka sudah jauh melebihi syarat minimal 5 kursi untuk maju di Pilkada Lingga.
Sebaliknya, pasangan Alias Wello – Muhammad Ishak hanya mendapatkan rekomendasi dari Perindo (2 kursi) dan PKS (1 kursi), sehingga masih membutuhkan tambahan 2 kursi untuk memenuhi syarat minimal.
Menanggapi isu ini, Alias Wello, atau AWe, yang merupakan Bupati Lingga masa bakti 2016 – 2021, mengungkapkan bahwa situasi politik di Lingga saat ini tidak dalam kondisi baik. “Kecenderungannya mereka mempersiapkan agenda Pilkada melawan kotak kosong. Ini adalah suatu skenario pembodohan politik terhadap masyarakat,” ujar AWe.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Lingga cukup paham politik dan sadar bahwa memilih kotak kosong bukan pilihan yang baik. Ady Indra Pawennari, mantan Tenaga Ahli Bupati Lingga yang dekat dengan AWe, optimis pasangan Alias Wello – Muhammad Ishak bisa maju di Pilkada Lingga pada 27 November 2024 mendatang.
Ady mencontohkan Pilkada Bintan 2020, di mana AWe – Dalmasri berhasil mendapatkan dukungan yang cukup dari PDIP sehari sebelum batas akhir pendaftaran. “Kasus ini sangat mirip,” kata Ady, yang juga Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI) dan Bendahara PWI Kepri.
“Kita lihat saja sampai batas akhir pendaftaran. Saya tidak pernah yakin Pilkada Lingga akan lawan kotak kosong,” pungkas Ady. (Dwi)











