Puskesmas Letung Adakan Pelatihan PMT untuk Kader Posyandu dan PKK di Jemaja

ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Jemaja, Perwakilan Kader Posyandu dan PKK dari seluruh desa di Kecamatan Jemaja mengikuti pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dengan masalah gizi dan ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) di Aula Puskesmas Letung, Jemaja, Sabtu (06/07/2024).

PMT lokal merupakan Pemberian Makanan Tambahan yang berbasis makanan lokal dan bukan produk pabrikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi balita, terutama balita dengan masalah gizi dan ibu hamil dengan kondisi KEK agar dapat melahirkan bayi dengan berat badan normal, sehingga mengurangi potensi kelahiran anak dengan kondisi stunting.

Petugas Gizi Puskesmas Letung, Abu Nawas, S.Tr.Gz, menyampaikan bahwa untuk balita dengan status gizi kurang, perbaikan status gizi sangat penting agar tidak menjadi gizi buruk atau stunting.

“Alhamdulillah, dari 6 desa yang kami undang, semuanya hadir. Ini menunjukkan antusiasme mereka untuk mengikuti kegiatan ini dan niat yang baik untuk membantu mengatasi dan menangani stunting di Kecamatan Jemaja,” ungkapnya.

Menu PMT yang diberikan harus memenuhi unsur gizi sesuai standar. Menu yang dipraktikkan dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah Bola-Bola Tahu Komplit dan Bubur Soto Ayam Santan.

“Harapan kami ke depannya adalah mengurangi angka gizi kurang pada balita di Puskesmas Letung dan mencegah kasus stunting baru,” tambahnya.

Perwakilan kader Posyandu Melati 1 Desa Rewak, Mardiana (44), mengatakan kegiatan ini sangat bagus, mudah dipahami, singkat, dan padat dalam penyampaian materi serta praktiknya sehingga mudah diterima oleh seluruh kader yang hadir. “Alasan saya mengikuti kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan, khususnya dalam bidang gizi dan pengolahan masakan yang sesuai untuk ibu hamil atau balita dengan masalah gizi,” tambahnya.

Sedangkan perwakilan kader Posyandu Mekar Desa Mampok, Erika (39), mengatakan ini adalah kegiatan kedua yang diikutinya, setelah yang pertama pada tahun 2023. “Kegiatan berjalan dengan lancar, ada pre-test dan post-test yang diberikan sehingga dapat mengetahui pemahaman kami dalam mempersiapkan PMT untuk balita. Kegiatan dikemas dengan menarik, saya harap ke depannya pelatihan ini dapat menambah wawasan saya dan para kader desa lainnya serta dapat menyampaikan ilmu yang didapatkan kepada masyarakat,” ungkap Erika.

Keduanya sepakat bahwa kegiatan tersebut sangat penting karena ada simulasi dan praktik langsung yang bisa mereka terapkan dan bagikan kepada rekan-rekan kader lainnya. (Alex)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights