Sholat Istisqa’ Digelar di Masjid Al-Kautsar Letung, Warga Jemaja Berdoa Minta Hujan
ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, masyarakat bersama unsur pemerintah dan aparat melaksanakan Sholat Istisqa’ serta doa bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Kegiatan tersebut digelar di Masjid Besar Al-Kautsar, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kamis (3/9/2026) pagi. Pelaksanaan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan diikuti jamaah dari berbagai unsur masyarakat.
Sholat Istisqa’ merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT berupa curahan hujan, terutama saat wilayah mengalami kekeringan atau kemarau berkepanjangan.
Sejumlah unsur pemerintahan dan aparat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Sekretaris Camat Jemaja Edison Z, S.Pd.S.D., Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo, Anggota Posal Jemaja sekaligus Babinpotmar Kld Prayoga Setiawan, serta Anggota Koramil 04/Letung, Babinsa Serma Edi Sucipto.
Turut hadir Kasi Trantib Kecamatan Jemaja Wilda Oktakurnia, S.E., Lurah Letung Febrina Devi Siregar, S.Sos., Kepala KUA Kecamatan Jemaja Sumaryanto, S.Ag., Ketua Pengurus Masjid Al-Kautsar H. Yopi, personel Polsek Jemaja, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Jemaja.
Seluruh jamaah kemudian bersama-sama melaksanakan Sholat Istisqa’. Dalam pelaksanaannya, Sumaryanto, S.Ag., bertindak sebagai imam sekaligus memimpin doa.
Usai pelaksanaan sholat sekitar pukul 07.50 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Para jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan serta memberikan rahmat, keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Jemaja.
Rangkaian kegiatan Sholat Istisqa’ dan doa bersama selesai sekitar pukul 08.15 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Persediaan Air Mulai Mengkhawatirkan
Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo mengatakan, pelaksanaan Sholat Istisqa’ merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kemarau panjang yang saat ini berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Pulau Jemaja.
Menurutnya, kondisi persediaan air saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sejumlah bak penampungan yang selama ini menjadi sumber cadangan air bagi masyarakat mengalami penurunan debit akibat kemarau yang berkepanjangan.
“Kemarau yang panjang membuat kondisi persediaan air di Pulau Jemaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Bak penampungan yang selama ini menjadi sumber cadangan air masyarakat, debitnya terus menurun,” ujar Iptu Sutomo kepada media ini.
Ia menjelaskan, masyarakat selama ini memanfaatkan bak penampungan dan sejumlah sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi sumber air tersebut kini semakin menipis sehingga berdampak terhadap distribusi air kepada masyarakat.
“Saat ini kita memiliki bak penampungan dan sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, bak dan sumber air tersebut kondisinya sudah sangat menipis, sehingga pasokan air melalui jaringan pipa ke masyarakat sudah tidak mengalir lagi ke rumah-rumah masyarakat,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menghadapi keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kekeringan yang berlangsung cukup panjang juga menjadi perhatian pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Jemaja.
Pelaksanaan Sholat Istisqa’ di Masjid Al-Kautsar menjadi momentum bagi masyarakat Jemaja untuk bersama-sama memanjatkan doa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kekeringan yang tengah dihadapi.
Selain memohon turunnya hujan, doa bersama juga ditujukan agar masyarakat diberikan kemudahan, keselamatan, kesehatan dan keberkahan serta dijauhkan dari berbagai musibah dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat kekeringan.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menggunakan persediaan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Sholat Istisqa’ tersebut menjadi bentuk ikhtiar lahir dan batin masyarakat Jemaja dalam menghadapi kemarau panjang, sembari terus melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan keterbatasan ketersediaan air.
(Alex)










